Sunday, August 13, 2017

Wajah Segar: media massa, narasumber dan keterbaruan

Image source

Dua hari yang lalu, seorang kawan produser bertanya pada saya dan meminta informasi tentang nomer telepon narsumber. Televisi tempatnya bekerja ingin interview tentang analisis pasar modal.

Seminggu sebelumnya, teman lama saya yang kini menjadi editor di media online juga mengirim pesan Whatsapp serupa. Kantornya ingin menggelar diskusi tentang politik terkini.

Saya sodorin A, mereka bilang 'ada yang lain?' saya kasih B, mereka ogah.

"Wajah anyar! Layar gw butuh penyegaran. Kameramen gw sudah bosen. Reporter gw pengen dolan lebih jauh. Gw maunya wajah segar!"

Ya, saat ini media massa memang membutuhkan wajah-wajah segar para pengamat politik, ekonomi, sosial, budaya, religi, pendidikan, juga psikologi. Mereka ingin panelis/narasumber yang 'tidak itu-itu saja' :)

Wajah segar disini bukan berarti ganteng cakep, cantik lho ye. 'Wajah segar' itu kiasan untuk hadirnya narsum baru yang memberi pilihan alternatif bagi jurnalis :)

Jadi, sekarang saya mau merayu dan memprovokasi rekan-rekan akademisi, periset di lembaga penelitian dan praktisi apapun, please, jika menyukai berbagi ilmu dan gandrung menyumbang pandangan, saat-saat ini rekan-rekan saya produser dan redaktur serta reporter membutuhkan panjenengan. Mumpung masih 2017.

Sunday, August 6, 2017

Relive: cara membuat video tracking lari, sepeda dan trail

video

My track, my adventure :)

Aplikasi relive ini memanjakan kita yang doyan lari, bersepeda dan aktivitas luar ruangan lainnya karena video racikannya menampilkan visualisasi 3D dan pemandangan "mata burung".

Lebih jelasnya, putar saja contoh video lari saya sore tadi. Jaraknya 5K alias lima kilometer di rute perkotaan, Jakarta.

Jika kita berlari lebih jauh dan di trek yang medannya naik turun maka video relive lebih cakep. Penggemar sepeda, lari jarak jauh dan trail running yang bakal lebih kepincut pada aplikasi ini, karena ada visualisasi tingkat ketinggian/elevasi (trek naik turun).

Cara membuatnya mudah:

1. Intinya,  yang kita butuhkan adalah 2 aplikasi untuk diunduh yaitu relive.cc di Google Playstore atau iOS dan aplikasi sport tracker seperti endomondo, strava, garmin dll.

Nantinya, Relive bekerja dengan cara mengolah data trek di aplikasi sport tracker lainnya tersebut.

2. Setelah men-download, lakukan registrasi di Relive seperti biasa.

3. Pilih salah satu sport tracker yang biasa kita pakai. Biasa pakai Strava ya pakai Strava, begitu juga jika doyan endomondo :)

4. Berlarilah seperti biasa ditemani tracker kesayangan, endomondo, strava, garmin dll. Oiya, Relive menetapkan batas jarak minimal. Untuk lari, minimal 3 kilometer dan bersepeda 5 km. Sepertinya ini syarat yang mudah dipenuhi jika kita sudah doyan lari kan ya :)


5. Setelah sesi lari atau bersepeda selesai, pastikan data terekam di Strava atau Endomondo. Klik tombol stop :)

6. Begitu selesai lari, secara otomatis Relive mulai bekerja mengolah data trek kita.


Tunggu dan bersabarlah

Biarkan Relive bekerja dan jangan kaget jika prosesnya lumayan lama. Tenang saja, memang begitulah prosesing video. Lha wong ketika kita mengedit video kawinan atau jalan-jalan di PC komputer saja bisa lama, apalagi ini di smartphone.

Makanya, Relive memunculkan notifikasi semacam ini "sit back and relax... duduk dan santai saja... video Anda sedang diproses".

Berapa menit? Bisa tembus 15 menit bahkan 20 menitan. Lumayan lama jika kita melototin layar hape.

Saran konkret: sembari menunggu, lakukan saja hal lain. Recovery, makan, minum, ngaso bahkan mandi.

Lalu... jreenggggg... Jadilah video keren kita. Selain ngasih tahu di aplikasi, Relive juga mengirim email pemberitahuan.

Seperti biasa di era medsos, kita bisa share ke FB, instagram, tweeter dan juga mendowload untuk disimpan di smartphone. Sebagai gambaran, file video saya di artikel ini besarnya 11MB, relatif ringan untuk diunggah dan diputar di blog dan FB.

Maka, ayo menjelajah lebih jauh dan rayakan dengan Relive!

Salam mari lari :)

#lari #endomondo #relive

NB: tambahan saran terkait privacy dan cyber-security

Jika memang berencana membuat video dari lelarian atau sepedaan, jangan start dari depan rumah persis. Ambil jarak 100-200 meter atau patokan gampangnya, start dari ujung gang/jalan komplek rumah.

Prinsipnya, jangan menekan tombol "start" di Endomondo/Strava/yang lainnya, di depan atau malah masih di halaman rumah. Itu sama saja memberi tahu seluruh dunia posisi rumah kita.

Hati-hati demi keamanan kita sendiri di jagad maya, karena di luar sana banyak orang ga waras, penguntit, stalker, pedofil dll. Saya bukan sok serius, sok bener, sok tahu ye :D tapi memang kita harus waspada. Waspadalaaahhhh... :)

Saturday, July 29, 2017

Membaca Cerita Lari Haruki Murakami






BUKU bergenre memoar ini menarik perhatian saya bukan hanya lantaran temanya yang bertutur soal lari, olahraga kegemaran saya, namun juga karena judulnya unik, "What I Talk About When I Talk About Running". 

Apa sih maksudnya? 

Awalnya saya menduga, penulis asal Jepang kelahiran 12 Januari 1949 ini menulis tentang uneg-unegnya ketika sedang berlari. Dugaan saya ternyata tak terlalu meleset, paling tidak menurut saya sendiri hehehe. 

Oya saya sebenarnya sudah lama mengidamkan membeli buku setebal 198 ini. Setelah melihat pertama kalinya di Gramedia Citraland Grogol, Jakarta, akhirnya saya mengempit buku ini di toko buku Togamas ketika pulang ke Jogja minggu lalu, 25 Juli 2017. 

Selama empat hari, memoar terbitan Bentang ini menemani saya ketika di ruang depan rumah, kamar, kedai Wikikopi dan akhirnya rampung pada penerbangan Jogja-Jakarta, Jumat malam. 

MENGAPA MEMILIH LARI? 
Haruki sepertinya memahami keinginantahuan saya, juga mungkin pembaca lainnya, apa sih yang ingin ia sampaikan, opo to yang pengen dia ceritakan. Dan juga pertanyaan mengapa dia berlari, apakah dia seorang penulis yang masa mudanya seorang atlet, hobinya lari, atau berlari sebagai terapi karena kondisi kesehatan? 

Tuesday, July 4, 2017

GANYANG SAMPAI AKAR-AKARNYA :D


Kemarin di toko pertukangan dan peralatan berkebun, ada omm-tante yang celingukan nyari cairan pembasmi rumput dan gulma. Sayangnya, stok habis. 

Andai mereka main FB, mungkin baca viralnya racikan omm Najib yang bikin anti rumput dari dapur rumah:

- cuka makan dicampurkan ke air dalam botol penyemprot (pehobi tanaman dan berkebun pasti sudah punya botol penyemprot ginian). 
- lalu tambahkan 3-5 sendok makan sabun cuci piring kek Mama Lemon atau Sunlight, kocok hingga merata dan jadi cairan pekat/rada kental/ lengket.
- semprotkan ke rumput/gulma di halaman/pekarangan. Boleh beberapa hari, pagi oke sore monggo. 
- efeknya bakal kelihatan dalam 5-7 hari kemudian. Rumput yang tak diinginkan keberadaannya akan mengering dan mati. Saatnya mencabuti dan ganyang sampai akar-akarnya :D

Note: kok bisa? omm Najib bilang, cuka punya sifat kayak asam asetat yg "tidak bersahabat" dg banyak tanaman pengganggu. Sedangkan cairan sabun berfungsi melekatkan asam dr cuka tadi ke tanaman. 

#NKRIhargamati #rumputjugaya

Wednesday, May 24, 2017

Lagi: ga semua pelari harus jadi marathoner :)

Ini satu lagi artikel bagus tentang lari. 

Sumpah, ini memang artikel copas. Sumber atau link tersemat di bawah.

Soal copasan, bukan itu intinya. Sebelumnya bahkan saya kumpulkan artikel tentang hal-ihwal tentang mengikuti marathon.

Saya posting di blog karena ini penting bagi saya sebagai pengingat, sebagai inspirasi, sebagai lecutan...

Lecutan penyemangat berlatih lari? Bukan! Justru lecutan untuk menahan ego, menahan ambisi. Sehingga ketika berlatih tetap pakai perencanaan matang.

Kata kawan: berlatih dengan "3 ter-" yaitu terencana, terukur dan teratur.

Saya ogah mengikuti, misalnya marathon 42 km hanya bermodal beberapa kali pernah lari 10 km. Itu nekat dan ngawur. Sontoloyo :D

Dari banyak sumber referensi baik artikel maupun tuturan atlet/pelatih/pehobi, persiapan mengikuti marathon yang jaraknya membentang 42 km ialah minimal 4 bulan. Itupun sebelumnya telah memiliki kemampuan lari yang cukup. 

Tuesday, May 9, 2017

Aplikasi watermark foto LOGO LICIOUS


Watermark atau tanda air sudah familiar bagi penyuka fotografi. Watermark lazim disebut sebagai upaya untuk menandai, mencantumkan identitas dan juga mencegah foto tidak digunakan atau di-copy paste sembarangan.

Meskipun demikian, diskusi perlu tidaknya watermark selalu menarik. Beberapa fotografer profesional bahkan tidak menyisipkan watermark. Lho kok begitu? Ya karena mereka postingnya hanya di instagram. Nah di IG netizen tidak bisa copas, paling mungkin ialah screen-shot saja.
Akun IG canonphoto dan national geographic, misalnya, juga tidak ber-watermark. Meskipun masih ada foto mereka yang bertanda air nama si fotografer.

Di sisi lain, akun komunitas foto Geo Nusantara selalu menggunakan watermark logo mereka.
Nah dari sini saja, saya ambil kesimpulan bahwa watermark tetap diperlukan dan bermanfaat. Saya mah ambil positifnya saja hehehe.
###


Di jaman serba Android dan iOS seperti sekarang, aplikasi watermark juga menjadi kebutuhan untuk melengkapi koleksi perangkat lunak di gadget.

Di antara buanyaknya aplikasi serupa, saya menyukai LOGO LICIOUS sebagai aplikasi pilihan.

Keunggulannya...
Pertama, bisa menggunakan logo custom baik jpg dan png. Kita bisa bikin di photoshop dulu. Simpan di HP dan tinggal load.

Kedua, jika kita belum bisa atau tidak punya logo sendiri, aplikasi ini juga memungkin kita bikin watermark sendiri yang sederhana.

Ketiga, berbeda dengan aplikasi lain yang mesti mengetik ulang kata-kata watermark jika kita menggunakan di foto berikutnya, maka Logo Licious memberi fasilitas template.
Jadi, watermark seperti di nomor 2 bisa disimpan menjadi template. Jadi sudah hampir seperti logo custom. Tinggal plek :)

Keempat, ada fasilitas meluruskan logo sehingga presisi 90 derajat. Rata, tidak miring-miring, kecuali jika kita sengaja miring.

Kelima, dilengkapi fasilitas lainnya seperti aplikasi pada umumnya yaitu opacity/ mengatur transparan atau pekat, horizontal atau vertikal, perbesar perkecil dan bisa save serta share.
Keenam, ini yang bikin saya sukai lagi: tidak ada iklan dan bisa dipakai offline alias ga perlu koneksi data.

###
Saya sendiri sudah memiliki file logo sendiri yang custom, namun juga sering membuat teks watermark.

Di antara sekitar 30an font, favorit saya ialah font Mosh Thin 100.
Selain itu, font Bimbo, Nobile, ubuntu, digital, scipts (tulisan latin) juga menarik untuk rekan-rekan gunakan.

Salam jepret :)
IG: inung gunarba

Wednesday, April 5, 2017

Playlist teman lari April 2017


Bagi saya, lari itu (kadang) butuh moodbooster. Deretan lagu siap putar adalah salah satu cara saya mendongkrak semangat, sekalian sebagai pace booster.

Saya memang menyukai jenis musik yang nge-beat dan tentunya easy listening. Lagu-lagu anyar juga menjadi pilihan, makanya saya ngintip chart lagu di radio. Mana saja lagu yang hitz.

Nah untuk April, ini lagu lari saya:

- Side to Side, Ariane Grande ft si mbak Nicky Minaj (ini lagu buat start :) )
- Closer, Chainsmoker
- Dont let me down, Chainsmoker
- Alone, Marshmello
- Pillowtalk, Zayn
- Heathen, Twenty on pilot. Ini ost suicide squad
- One call away, Charlie Puth
- Let me love you, Justin Bieber dj snake
- We dont talk anymore, c.puth ft dedek selena gomez
- Sing me to sleep, lagune alan walker
- This what u came for, calvin harris rihanna
- How to love, cash cash ft dek sofia reyes
- By your side, jonas blue
- Cheap thrill, sia (ini buat finish strong)

#runbeat

Oiya, meski memakai earphone kala jogging, saya tetap berprinsip safety first. Makanya, volume musik terbilang rendah. Sekadar terdengar saja sehingga masih bisa merespon dengan cepat deru lalu lintas, lengkingan klakson, dan tentunya sapaan tetangga :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails